Menjaga Kesehatan Hati Sebelum Terlanjur Sakit Hati

Sakit hati atau "sakit hati" nih?
Hehe.. Anda paham perbedaannya bukan?

Nah, karena saya akan membahas mengenai sakit hati dalam arti harafiah yaitu dari segi kesehatan, demi menghindari ambiguitas lebih baik selanjutnya disebut sebagai penyakit hati.

Sumber: www.hopkinsmedicine.org

Ya, penyakit hati mempunyai cerita tersendiri dalam keluarga saya. Kakek dari pihak ibu -saya memanggilnya Opa, meninggal karena kanker hati. Kejadiannya memang sudah lebih dari 20 tahun yang lalu, namun masih dan akan selalu diingat oleh keluarga kami. Saya masih SD ketika itu sehingga tidak terlalu mengerti detilnya, tetapi kejadian tersebut terus menjadi pengingat bagi saya akan pentingnya menjaga kesehatan hati.



Kanker hati, keluarga kami sungguh tidak menyangka penyakit itu diidap oleh Opa. Gaya hidup Opa dapat dikatakan cukup baik; makan teratur dan masih terbilang sehat (meskipun tidak diet/dijaga ketat), tidak minum alkohol, bukan perokok, dan istirahat cukup teratur. Di masa mudanya pun Opa termasuk gemar berolahraga dan tergolong aktif berkegiatan.

Buruknya lagi, kanker hati biasanya baru terdeteksi atau menunjukkan gejala ketika sudah stadium lanjut. Saat pertama didiagnosa, dokter menyatakan bahwa kanker hati pada Opa sudah stadium 4 dan umurnya diperkirakan tinggal 6 bulan saja. Pengobatan berupa kemoterapi tetap dijalankan meskipun harapan sembuh bisa dikatakan sudah tidak ada. Setidaknya dengan kemo akan mencegah kankernya bermetastasis lebih cepat. Selain pengobatan dari sisi kedokteran, keluarga kami memutuskan menggunakan pengobatan herbal juga.

Obat herbalnya berupa semacam teh dari beberapa jenis daun obat, yang harus diseduh dan diminum setiap hari. Obat herbal ini lebih ditujukan untuk mengatasi rasa sakit yang biasanya dialami penderita kanker hati. Tepat seperti perkiraan dokter, Opa meninggal sekitar 6 bulan sejak awal terdiagnosa kanker. Meskipun demikian khasiat obat herbal itu pun benar terbukti karena hingga saat terakhir Opa tidak sampai merasakan sakit akibat kankernya.

Kejadian sakitnya Opa ini menjadi strong reminder (bukan trauma, ya) bagi keluarga kami akan pentingnya menjaga kesehatan hati. Karena penyakit hati sulit terdeteksi, alangkah baiknya kita hindari. Cara terbaik yaitu dengan menjaga kesehatan hati sebaik mungkin. Bukankah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, yes?

Fungsi utama hati (hēpar) yaitu menyaring racun yang masuk ke tubuh kita melalui makanan. Hati mendetoksifikasi bahan kimia dan memetabolisme obat-obatan dengan cara mengeluarkan empedu yang berakhir kembali di usus. Hati juga menghasilkan protein yang penting untuk pembekuan darah dan fungsi lainnya. Ketika hati mengalami kerusakan, maka sistem tubuh kita akan mengalami penurunan bahkan kerusakan.

Banyak hal dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan hati, diantaranya:
• menjaga pola makan sehat
• istirahat yang cukup dan teratur
• olahraga yang berimbang dan teratur
• menghindari rokok dan minuman beralkohol
Simple dan basically mudah ya? Hmm, yang sulit adalah melaksanakannya secara rutin dan berkesinambungan. Itu untuk saya lho.. kalau Anda bisa (dan sudah) melakukannya dengan mudah dan continue ya.. bersyukurlah Anda!

Di tengah ritme kehidupan kota besar yang sibuk, menjaga pola hidup sehat agaknya cukup menantang. Rokok dan alkohol tidak menjadi masalah karena saya anti rokok, juga tidak gemar minum minuman beralkohol. Makan, istirahat, dan olahraga yang masih terasa sulit. Saya paling malas ke gym dan ogah melakukan fitness karena terasa amat membosankan. Saya lebih memilih menyiasatinya dengan banyak berjalan kaki saat bepergian dan melakukan olahraga basic di rumah. Belum rutin setiap hari, tapi setidaknya lebih baik daripada tidak sama sekali. Istirahat, agak lebih sulit karena saya tipe yang suka bekerja pada malam hari. Menulis blog, edit foto, atau mengerjakan design lebih lancar saat malam hari, akibatnya sering begadang. Jam tidur tidak selalu kurang karena saya bisa bangun siang, namun tetap saja kurang baik karena tidak sesuai dengan jam tidur yang alami.

Makanan adalah yang paling sulit. Saya suka sayur dan buah, lebih memilih ikan daripada ayam atau daging merah, dan kalaupun makan ayam atau daging selalu tanpa lemak, kulit, ataupun jeroan. Akan tetapi… memakannya tidak setiap hari/konstan. Karena ingin praktis, cepat, dan enak, tak jarang makanan yang digoreng lebih menjadi pilihan. Belum lagi di jaman serba instan ini "serangan" MSG sulit dihindari (dan saya suka!). Makanan sehat bukan berarti tak enak, namun makanan tidak sehat biasanya lebih menggoda, 'yekann? Untuk menyiasatinya, saya rutin mengonsumsi food supplement. Eit, bukan berarti jadi mengandalkan suplemen saja, lho! Sedapat mungkin saya makan makanan sehat, sedangkan suplemen lebih berfungsi "menambal" kekurangan serat, vitamin, dan mineral jika dari makanan masih kurang.

Suplemen yang saya (dan keluarga) pilih adalah yang alami dan organik agar aman dikonsumsi dalam jangka panjang serta penyerapannya lebih baik di tubuh. Seperti halnya pada Opa dimana pengobatan medis dapat berdampingan dengan herbal tradisional, saya pun melakukan yang sama khususnya terkait kesehatan hati. Suplemen pilihan saya yang berdasarkan ilmu pengobatan western dan bukan buatan lokal, dipadukan dengan herbal berupa temulawak yang asli Indonesia.


Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memiliki khasiat sebagai hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi, laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah. Mantul (mantap betul) 'khann? Eh, tapi saya tidak suka jamu dan katanya temulawak itu pahit. Tidak masalah, sebab #ZamanNow sudah ada Herbadrink Sari Temulawak. Ini membantu banget, karena saya bisa meminumnya tanpa harus menutup hidung atau penuh keterpaksaan. Ditambah es batu, saya bisa menyeruputnya dengan nikmat sebagai minuman dingin yang segar. Khasiatnya dapat, minumnya pun dengan sukacita.


Buat generasi milenial yang masih blank atau malah antipati dengan herbal tradisional Indonesia, bisa banget cobain Herbadrink. Tersedia dalam berbagai varian, diproduksi secara modern dan tentunya higienis, menjadikan produk ini sebagai pilihan tepat. Cara membuatnya mudah dan praktis, cukup dilarutkan dengan air suhu ruang dan segelas Herbadrink siap dinikmati. Cocok 'kan dengan anak muda yang ingin serba cepat?



Selain varian temulawak saya pribadi suka Herbadrink Lidah Buaya yang kaya manfaat, rasanya enak, dan sugar free pula. Paling nikmat diminum dingin sehabis berolahraga, suegeeerr! Kalau ibu saya favoritnya Herbadrink Sari Jahe yang rasanya enak dan hangat di tubuh.


Kalau Anda, paling suka varian Herbarink yang mana?
Silakan sharing di kolom comment, ya...

Comments

Popular Posts