Tenya, Tempura Untuk Semua

Tempura merupakan jenis makanan Jepang yang cukup populer di Indonesia. Dari warung kaki lima hingga restoran hotel bintang lima, dari tempura “abal-abal” dengan rasa dan tampilan seadanya hingga tempura premium quality dapat kita temukan di mana-mana. Bahkan tepung instan untuk membuat tempura sendiri di rumah sangat mudah kita temukan di berbagai pasar swalayan. Bagaimana di negara asalnya sendiri? Ternyata di Jepang sana tempura tergolong makanan mahal dengan harga ¥1500-2000 per porsinya. Mengapa bisa sedemikian mahal? Rupanya selain menggunakan bahan bermutu baik, pembuatan tempura membutuhkan keahlian tinggi untuk menghasilkan tempura yang crispy dengan tingkat kematangan sempurna. Tanpa keahlian dan pengalaman yang cukup, akan semakin banyak waste karena sulitnya menjaga konsistensi tingkat kematangan di setiap kali menggoreng.


Adalah Tenya, yang pertama kali dapat menjual menu tempura berkualitas baik dengan harga hanya ¥500 sehingga dapat dinikmati lebih banyak kalangan. Bagaimana bisa menurunkan harga secara signifikan tanpa menurunkan kualitasnya? Jawabannya karena Tenya berhasil menciptakan mesin Auto-Fryer yang dapat menggoreng tempura dengan tingkat kematangan tepat dalam waktu relatif singkat. Mesin ini mengendalikan stabilitas temperatur dan waktu menggoreng secara otomatis yang menjaga konsistensi mutu tempura setiap kali menggoreng. Dengan adanya mesin Auto-Fryer, tempura baru akan digoreng saat ada pesanan sehingga tidak akan ada bahan terbuang (waste) namun customer tidak perlu menunggu lama karena hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk setiap proses menggoreng.

Setelah 25 tahun beroperasi dan menjadi pelopor restoran tempura cepat saji yang sukses, Tenya telah memiliki lebih dari 140 outlet di Jepang dan kini memulai ekspansi secara internasional. Indonesia menjadi negara kedua setelah Thailand yang dipilih Tenya untuk perluasan bisnisnya. Di bawah naungan Asia Culinary Inc. yang telah sukses dengan The Duck King, cabang pertama Tenya di Indonesia dibuka di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan pada bulan Juni 2014. Bagi penduduk Jakarta wilayah lainnya jangan berkecil hati karena Tenya baru membuka cabang keduanya di Mall Grand Indonesia dan akan segera menyusul di Mall Taman Anggrek.






Outlet Tenya di Citos bergaya khas restoran cepat saji ala Jepang. Di bagian pintu masuk terkesan terang benderang dengan neon box besar berisi foto menu dan papan nama resto. Seperti umumnya restoran Jepang, di bagian depan dipajang dummy makanan yang selalu menarik minat saya untuk mengamatinya -terutama bukan untuk melihat menunya, melainkan seberapa detail pembuatan dummy itu sendiri. Di atas dummy menu terdapat patung keramik Jepang, dialah Tenya Ojisan (uncle Tenya) sang maskot restoran. Patung ini harus selalu ada di setiap outlet Tenya, dan di Jepang sana juga dijadikan merchandise untuk promosi ~wah, kalau di Indonesia ada saya pun mau, soalnya patungnya lucuuu...



Area resto Tenya tidak terlalu luas, namun penataan interior yang baik menjadikannya tidak nampak "penuh" meskipun terdapat cukup banyak meja dan kursi makan bergaya food court di dalamnya. Material kayu dan lampu bercahaya kuning memberikan nuansa klasik khas Jepang, dipadukan dengan sedikit aksen bergaya modern kontemporer berupa garis-garis kuning terang di bagian atas hingga ke dinding belakang. Pada dinding tersebut terpampang poster-poster menu berdesain modern yang berfungsi sebagai elemen estetik sekaligus informatif. Keren!







Menu andalan Tenya adalah tempura dan tendon. Tempura pasti hampir semua orang sudah mengetahuinya, tetapi apa itu tendon?


Tendon terdiri dari tempura yang diletakkan di atas semangkuk nasi putih, kemudian disiram dengan don tare (saus tare). Saus tare ini berwarna coklat, sedikit kental, dan biasanya bercita rasa gurih agak manis karena terbuat dari campuran kecap asin Jepang dan saus manis unagi (belut panggang). Khusus di Tenya, saus tare lebih dominan rasa gurih ke arah asin dengan seberkas rasa manis yang minim, tetapi justru ini lebih cocok untuk lidah saya. Nikmatnya lagi, saus yang langsung didatangkan dari Jepang ini dapat kita tambahkan sesuka hati karena sudah tersedia di setiap meja. Bagi yang menyukai rasa spicy-pedas, berbahagialah karena Tenya akan segera meluncurkan don tare spicy, yang di-develop khusus oleh Tenya di Jepang untuk cabang di Indonesia. Saya sempat mencobanya sebelum di-launching, dan pastinya saus baru ini akan mendapat sambutan baik dari customer di Indonesia. Rasa pedasnya pas menurut pendapat saya, tergolong medium, agak “menyengat” di awal, namun cepat hilang setelah makanan ditelan. Penasaran? Silakan cicipi langsung ke Tenya saja ya..


Open Kitchen yang rapi dan bersih

Selain tingkat kematangan dan warna golden brown yang perfect, satu lagi yang patut diacungi jempol dari Tenya adalah tempuranya tidak terlalu berminyak. Saya perhatikan, ketiga aspek ini konsisten/sama pada sekian banyak porsi tempura yang dihidangkan ketika itu. Thanks to Auto-Fryer!

Selain don tare baru, di bulan Oktober 2014 Tenya meluncurkan menu baru yang lebih lengkap untuk memanjakan selera konsumennya. Berbagai variasi tendon dan tempura set dapat dipilih sehingga tidak akan membuat bosan meskipun kita berkunjung ke Tenya untuk kedua, ketiga kali, dan seterusnya. Pada dasarnya terdapat sembilan macam menu tendon dengan variasi tempura yang dapat dipilih, yaitu:

Tendon (IDR 45k)
Terdiri dari udang (prawn), cumi (squid), ikan kisu (kisu fish), ubi (sweet potato), dan buncis (green beans). Variasi tempura yang tergolong standar tetapi khas Jepang. Jika sedang menginginkan tendon klasik maka menu ini akan jadi pilihan tepat.



Jo Tendon (IDR 50k)
Penggemar udang silakan pilih menu ini, karena Jo Tendon berisi dua buah tempura udang yang didampingi terong (eggplant), ubi, dan buncis. Udang yang menjadi primadona di sini memang enak sekali. Selain berukuran besar, rasanya gurih, dan kematangannya pas. Terasa jelas bahwa ebi tempura ini menggunakan bahan baku udang berkualitas dan pasti segar. Meskipun udang memiliki tingkat kolesterol cukup tinggi, namun tidak perlu terlalu khawatir karena pendampingnya berupa sayuran. Berimbang, bukan?



All Star Tendon (IDR 65k)
Salah satu menu tendon favorit di Tenya karena memiliki variasi tempura yang cukup lengkap mulai dari udang, cumi, salmon, crab stick, paprika (bell pepper), dan buncis. Tidak mengherankan juga jika menu ini dibanderol dengan harga termahal diantara menu tendon lainnya, namun konsumen pun akan mendapatkan kepuasan yang sesuai dengan harganya.




Chicken Tendon (IDR 45k)
Berisi tempura daging dada ayam (chicken breast fillet) berbalut tepung tempura, ubi, dan buncis. Kebetulan daging dada ayam adalah satu-satunya bagian dari ayam yang saya suka, jadi saya sudah terbiasa dengan karakteristiknya yang cenderung hambar dan kesat. Memang akan lebih enak jika dada ayam dibumbui lebih banyak atau di-marinade lebih lama sehingga lebih kaya rasa, mengingat tepung tempuranya sendiri plain. Bagusnya chicken tempura ini tidak sampai terasa kering atau keras karena digoreng pada tingkat kematangan yang tepat. 




Chicken & Chorizo Mayo Tendon (IDR 50k)
Chorizo bahasa Jepang berarti sosis (sausage). Berisi tempura daging dada ayam dan sosis, plus sweet corn dan potongan tipis kyuri dihidangkan dengan mayonnaise. Jika menginginkan tendon dengan sedikit western twist, menu ini sangat cocok dicoba.




Chicken Kakiage Tendon
Kakiage adalah tempura yang berisi potongan sayur atau daging digoreng dengan bentuk bundar. Konsepnya hampir seperti bakwan pada makanan Indonesia, hanya kakiage menggunakan tepung tempura. Chicken kakiage berisi potongan daging dada ayam dengan bawang bombay (onion) dan potongan cabai hijau besar (sliced green chilies).



Shrimp Kakiage Tendon (IDR 60k)
Masih kakiage yang sama dengan chicken kakiage, hanya yang ini menggunakan udang kupas sebagai isiannya. Jika harus memilih, sejujurnya saya lebih suka shrimp kakiage karena udangnya terasa gurih dan masih juicy.


Fish Tendon
Penggemar ikan harus coba menu spesial yang menggabungkan tiga jenis ikan berbeda yaitu salmon, dory, dan gurame. Jenis ikan yang terakhir memang jarang digunakan dalam makanan Jepang, namun ketika saya coba ternyata cocok saja dijadikan tempura. Penyuka ikan seperti saya pastinya akan menjadikan fish tendon sebagai salah satu menu favorit.


Yasai Tendon (IDR 35k)
Sesuai namanya "yasai" yang dalam bahasa Jepang berarti sayuran, tendon ini terdiri dari ubi, terong, paprika, kakiage kecil, dan buncis.





Selain disajikan sebagai tendon, kesembilan variasi tempura tersebut kini tersedia sebagai Tempura Set dimana tempuranya disajikan terpisah dan tidak disiram saus. Sembilan variasi tersebut dapat dinikmati dengan lima macam pilihan karbohidrat, yaitu:

Tempura Rice Set

Terdiri dari tempura dan saus tentsuyu, nasi putih, miso soup, dan spicy tofu. Parutan lobak dan jahe tersedia sebagai pelengkap untuk tempura.


Chicken & Chorizo Tempura Rice Set


Tempura Udon Cold Set

Terdiri dari tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta cold udon dan saus celupnya (mentsuyu) beserta parutan jahe dan irisan daun bawang. Tersedia juga chili oil pada cawan kecil untuk menambah rasa pedas pada udon.


Jo Tempura Udon Cold Set
Bagi yang baru pertama kali dan belum mengetahui cara makan cold udon, berikut caranya: Campurkan parutan jahe dan irisan daun bawang ke saus celup, lalu aduk hingga tercampur merata. Ambil udon dengan sumpit sebatas satu suapan dan celupkan sebentar ke dalam saus lalu segera dimakan. Jika masih ragu bertanyalah pada waiter/waitress, ya...

Udon di sini agak berbeda dengan yang biasa kita temukan di tempat lain. Bentuknya sedikit lebih kecil/tipis, dan teksturnya tidak terlalu kenyal seperti karet. Saya justru lebih menyukai udon seperti ini, terutama jika dihidangkan dingin. Selain mudah dikunyah, juga terasa balance dengan saus celupnya. Cold udon sebaiknya segera disantap hingga habis agar sensasi rasa dinginnya tidak berkurang, karena disitulah keunikan menu ini.



Tempura Udon Hot Set

Tempura, saus tentsuyu, lobak dan jahe, serta chili oil masih sama seperti cold set, hanya udon di sini tersaji dalam kuah hangat dengan bersama wakame di dalamnya. Tak ketinggalan irisan daun bawang untuk ditambahkan ke dalam kuah sehingga aromanya lebih harum dan sedap. Kuahnya bening kecoklatan, terasa pas dan light, cocok untuk menghangatkan badan atau "membersihkan" tenggorokan sehabis makan tempura yang crunchy.



 All Star Tempura Udon Hot Set


Tempura Soba Cold Set

Berbeda dengan udon yang terbuat dari tepung terigu, soba terbuat dari tepung gandum. Isi set menunya hampir semua sama dengan cold udon, hanya ada berbeda pada komponen yang ditambahkan ke dalam saus celup. Jika pada udon menggunakan parutan jahe, pada cold soba diganti dengan wasabi. Saya pribadi lebih suka wasabi karena tidak suka jahe.


 Chicken Tempura Soba Cold Set


Tempura Soba Hot Set
Komposisi yang sama persis dengan hot udon, hanya menggunakan soba.






Ingin makan tendon sekaligus udon/soba tapi takut kekenyangan jika memesan 2 porsi sekaligus? Tenya punya solusinya! 

Tenya Set (IDR 68k)
Tendon berisi udang, cumi, crab stick, terong, dan buncis, serta pendampingnya bisa dipilih udon/soba hot/cold. Meskipun kelihatannya double carbo, tetapi porsinya telah disesuaikan yaitu nasi dan udon/soba lebih sedikit dari porsi satuan. Tenya Set termasuk salah satu best seller di Tenya Jepang, dan di Indonesia pun ternyata cukup digemari.





Bagi yang ingin sekedar cemilan ringan untuk menemani acara ngobrol santai bersama teman atau kerabat, Tenya menghadirkan menu appetizer baru yaitu moriawase. Dalam bahasa Jepang, moriawase diartikan sebagai combination platter, yang biasanya merupakan menu untuk dinikmati bersama-sama. Ada tiga jenis moriawase yang dapat dipilih, masing-masing disajikan bersama saus tentsuyu dan parutan lobak:





Japanese Moriawase
Berisi udang, cumi, ikan kisu, ubi, terong, dan buncis. Rasa dan kualitas tempuranya sama dengan yang terdapat pada tendon atau tempura set.





Yasai Moriawase
Selain ubi, kakiage kecil, dan buncis, ada jagung muda (baby corn) yang tampak menarik dan tidak biasa. Sayangnya rasa tempura jagung muda ini sama sekali hambar. Akan lebih enak jika jagung mudanya dibumbui atau di-marinade sebelum digoreng.





Jakarta Moriawase 
(IDR 45k)
Jenis combination platter ini hanya ada di Tendon Indonesia saja, lho! Isinya terdiri dari tempura tempe, tahu (tofu), cheddar cheese, dan ubi. Tempe dan tahu bagi orang Indonesia memang jadi terasa biasa saja, tidak jauh berbeda dengan gorengan tempe-tahu di penjual kaki lima, bahkan di sini tepung tempuranya plain tidak berbumbu. Tempura ubi di menu moriawase sedikit lebih baik karena ubinya dipotong kecil-kecil sehingga lebih crispy dan tidak keras seperti yang terdapat di menu tendon. Satu jenis tempura unik yang saya suka adalah cheddar cheese berbalut nori yang kemudian digoreng dengan tepung tempura. Meskipun keju cheddar terasa terlalu asin di lidah saya, namun tetap enak berpadu dengan aroma khas nori. Mungkin akan lebih netral jika jenis kejunya menggunakan mozarella yang tidak terlalu asin dan teksturnya akan menjadi lebih lunak/chewy setelah digoreng.






Mau ngemil tetapi sedang tidak ingin makanan yang digoreng? Masih ada pilihan side dish yang disediakan Tenya, masing-masing dibanderol hanya IDR 10k saja:


Agedashi Tofu, Green Salad, Edamame, Wakame Cucumber with Kani Salad
Green Salad with Mayo Dressing
Salad ala western yang menyegarkan dengan sayuran segar dan mayonnaise.

Edamame (Salty)

Menurut pihak Tenya, edamame diimpor langsung dari Jepang untuk menjaga kualitas dan rasa. Setelah saya cicipi memang edamame-nya bermutu baik, namun menurut saya pribadi edamame yang ditaman di dalan negeri juga tidak kalah asalkan benar-benar dipilih yang berkualitas terbaik. Di menu disebutkan bahwa edamame ini asin, tetapi saat saya makan justru tidak terasa asin sama sekali.


Spicy Tofu
Tahu sutra dengan crab stick dan irisan cabai hijau. Menurut saya potongan tahunya terlalu besar untuk sekali suap sehingga rasa tahu sangat mendominasi, seperti makan tahu tanpa bumbu. Saya lebih suka menyantapnya dalam potongan kecil sehingga sausnya lebih terasa. Rasa pedas hanya berasal dari cabai hijaunya saja, maka masih aman bagi yang tidak suka pedas sekali pun.









Agedashi Tofu
The famous Japanese side dish, namun sayang tahu berbalut tepung tipis ini terlihat pucat seperti kurang lama waktu menggorengnya dan sama hambarnya dengan spicy tofu.


Wakame Cucumber Salad
Jika biasanya wakame salad memakai wafu dressing yang terasa asam segar, di Tenya dressingnya hanya terasa asin saja. Untuk saya pribadi asinnya tergolong over powering, dan sejujurnya saya tetap lebih suka wakame salad dengan wafu dressing.


Wakame Cucumber with Kani Salad

Isi dan dressing sama dengan wakame cucumber salad, hanya ditambah crab stick yang dipotong tipis memanjang. Rasa keseluruhan pun masih sama yaitu asiiinnn!








Puas makan tempura, kini saatnya menutup acara makan dengan dessert manis. Jika di resto Italia ada dessert pizza, Tenya pun punya menu dessert tempura!



Banana Tempura with Ice Cream
Agaknya menu baru ini terinspirasi dari pisang goreng ala Indonesia, hanya tepungnya memakai tempura batter. Berbeda dari beberapa teman yang mengeluhkan tebalnya lapisan tepung, saya justru suka -seperti ketika makan pisang goreng gerobakan pasti saya mencari yang lapisan tepungnya tebal. Meskipun pisangnya tidak terlalu manis, ketika dimakan dengan es krim vanilla dan saus coklat justru manisnya menjadi pas, tidak berlebihan, dan tidak membuat eneg. Jika tidak ingin saus coklat tersedia juga yang menggunakan saus karamel.



Jenis minuman yang tersedia di Tenya tergolong standar, pilihannya tidak banyak, dan tidak menjual minuman beralkohol. Berikut dua diantaranya yang saya coba:


Cold Ocha (IDR 10k, refillable)
Minuman andalan di resto Jepang pastinya adalah Ocha, dan seperti biasa pilihan saya adalah Ocha Dingin. Disajikan dalam gelas keramik hitam bermotif bunga sakura yang terlihat cantik dan stylish. Rasa ochanya pas, tidak terlalu pekat dan tidak terlalu pahit untuk saya, serta yang penting bisa refill sepuas hati. 




Ice Lemon Tea
Kepekatan teh dan rasa lemonnya pas tidak terlalu asam, terasa dingin menyegarkan tenggorokan.





Puas sekali menikmati hidangan Jepang di Tenya. Selain rasa makanan yang enak dan porsi yang tidak pelit, harga makanan dan minuman di Tenya tidaklah menguras kantong. Kepuasan customer semakin lengkap dengan suasana resto yang nyaman dan bersih, serta tak kalah penting kualitas pelayanan yang prima. Memang demikianlah salah satu strategi bisnis Tenya yaitu menghadirkan makanan bermutu tinggi dengan harga terjangkau, plus pelayanan yang ramah dan profesional untuk menjamin kepuasan pelanggan. Dengan adanya Tenya, kini tempura dapat dinikmati semua kalangan. Tidak berlebihan jika Tenya menjadi "No. 1 Tempura Tendon in Japan". Success!



Tenya

Cilandak Townsquare, Left Wing, 1st Floor
Jl. TB Simatupang Kav. 17, Jakarta 1243o
Tel. +6221 7592 0288
Facebook: Tenya Indonesia     Twitter: @TenyaIndo

Comments

  1. Bagi anda pemilik usaha kuliner yang ingin mencetak maskotnya ke dalam take away box, bisa coba menggunakan box Greenpack. Biaya cetak gratis lho... Terbuat dari bahan foodgrade yang aman untuk makanan serta ramah terhadap lingkungan. Info lebih lanjut bisa kamu cek di sini http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete
  2. buset banyak banget mbak pesennya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi.. pastinya banyak Bro, soalnya ini pesanan buat orang sekampung loh.. :P

      Delete

Post a Comment

Popular Posts